Info Kurikulum Terbaru

Informasi Kurikulum Terbaru

Info Kurikulum Terbaru

Kurikulum yang digunakan pada tahun ajaran 2025/2026 adalah Kurikulum Merdeka. Lalu apa yang membedakan tahun ajaran ini dengan tahun ajaran sebelumnya? Perbedaannya terletak pada pendekatan proses belajar mengajar di kelas oleh guru.

Salah satu langkah penting yang tengah dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah penerapan pendekatan Deep Learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini bertujuan untuk mengubah cara belajar yang selama ini terkesan mekanis dan berfokus pada hafalan menjadi lebih bermakna, reflektif, dan mindful.

Penting untuk digarisbawahi bahwa Deep Learning bukanlah sebuah kurikulum baru, melainkan pendekatan yang mendalam terhadap cara mengajar dan belajar. Dalam pendekatan ini, guru tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan ruang bagi siswa untuk merenung, berpikir kritis, dan menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dikutip dari: bgpntt.kemdikbud.go.id

Kurikulum Merdeka adalah sebuah kebijakan pendidikan secara menyeluruh, lebih fokus pada struktur dan organisasi pembelajaran, sedangkan Deep Learning adalah sebuah pendekatan pembelajaran, lebih fokus pada proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka memberikan kerangka kerja yang luas bagi sekolah untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan relevan. Maka, Deep Learning dapat menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan Kurikulum Merdeka.

(Sumber: sman1montong.sch.id)

Tiga Pilar Deep Learning

Deep learning ditopang oleh tiga pilar, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.

  • Mindful Learning fokusnya adalah pada mengaktifkan, membangun, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
  • Meaningful Learning pada dasarnya pembelajaran harus memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik.
  • Joyful Learning intinya adalah peserta didik terlibat secara aktif baik fisik (hands on) maupun pikirannya (minds on) selama mengikuti pembelajaran.

(Sumber: bbpmpjabar.id)

CONTOH PENERAPAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING

1. Materi: Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang

  • Mindful Learning
    Caranya: Siswa diperkenalkan macam-macam bangun ruang, termasuk komponen bangun ruang meliputi titik sudut, garis, bidang/sisi, dan lain-lain..
    Dampak: Siswa mengetahui dan memahami nama-nama bangun ruang, dapat menunjukkan/menyebutkan jumlah titik sudut, jumlah sisi bangun ruang, jumlah diagonal sisi dan diagonal ruang, dan lain-lain.
  • Meaningful Learning
    Caranya: Guru membawa alat peraga berupa berbagai macam bangun ruang, kemudian siswa diajak berdiskusi mengenai ukuran panjang, lebar, dan tinggi dengan melihat secara langsung replika dari bangun ruang. Guru dengan siswa tanya jawab mengenai bagaimana cara menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang, dan lain-lain.
    Dampak: Muncul dalam hati siswa pemahaman mengenai ukuran panjang, lebar, dan tinggi dari bangun ruang untuk dapat menentukan luas permukaan dan volume macam-macam bangun ruang.
  • Joyful Learning
    Caranya: Siswa praktik menghitung luas permukaan dan volume berbagai benda yang berbentuk kubus, balok, limas, prisma, tabung, bola, kerucut, dan lain-lain.
    Dampak: Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, siswa memahami bagaimana cara menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang.

2. Materi: Manfaat Air dalam Kehidupan

  • Mindful Learning
    Caranya: Siswa diperkenalkan konsep air, proses terjadinya hujan, sumber-sumber air, hutan sebagai penyimpanan air, manfaat air dalam kehidupan, penyebab krisis air, dampak jika di bumi tidak ada air, dan lain-lain.
    Dampak: Siswa mengetahui dan memahami konsep air, sumber air, manfaat air, dampak krisis air, cara menghemat air, dan lain-lain.
  • Meaningful Learning
    Caranya: Berdasarkan kasus/berita yang disampaikan oleh guru, guru mengajak siswa untuk berdiskusi.
    Dampak: Muncul dalam hati siswa pemahaman, semangat, kesadaran, dan komitmen untuk memelihara lingkungan untuk melestarikan air, hemat air, dan lain-lain.
  • Joyful Learning
    Caranya: Siswa praktik membuat proyek alat penjernih air, pembelajaran menggunakan media air, pembelajaran dengan setting alam/lingkungan, dan lain-lain.
    Dampak: Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, siswa memahami pentingnya air dalam kehidupan manusia.